Antara Do’a dan K-2.

Posted: Februari 14, 2014 in umum

Selamat siang saudaraku semua.. Sehari yang lalu tepatnya hari kamis 13 februari 2014 mungkin menjadi hari yang paling bersejarah bagi sebagian orang, terutama kawan-kawan saya di kantor. Ada yang tertawa bahagia bercampur haru di sisi lain ada yang sedih menangis tersedu-sedu.

 

Kemaren adalah pengumuman kelulusan bagi tenaga honorer yang mengikuti seleksi tes cpns kategori 2, seperti biasa ada yang lulus ada yang tidak. Mungkin bagi sebagian banyak teman pengumuman ini adalah masa depannya seolah-olah tidak ada rejeki lain di dunia ini, bukannya rejeki itu bertebaran di bumi?

 

Sebenernya hal seperti ini tentu sudah sering kita lewati, seperti halnya kita gagal lulus masuk sekolah favorite, ditolak masuk perguruan tinggi, bahkan mungkin kecewa karena ditolak gebetan, hehehe

 

Untuk teman saya yang lulus selamat ya, saya berharap kalian tetap membumi. “banyak orang yang berhasil saat diuji dengan kesempitan namun banyak orang yg gagal ketika diuji dengan kelapangan (sukses)”

 

Bagi yang tidak lulus pun jangan berkecil hati, tetaplah optimis, tetaplah berbaik sangka kepada Allah “sangkaKu adalah sangkamu” Allah adalah seperti yang kamu sangkakan kepadaNya.

 

Saya punya sebuah kisah yang mungkin bisa dijadikan pelajaran untuk teman-teman.

 

Dulu ada seorang saleh yang taat. Suatu ketika dia berdoa meminta sesuatu kepada Allah namun doanya tak kunjung dikabulkan. Lalu dia pun sabar menunggu. Seminggu berlalu Allah masih belum berkenan mengabulkan doanya, sebulan hingga setahun kemudian pun tak kunjung ada jawaban.

 

Namun disisi lain ketika dia berdoa untuk teman-nya Allah selalu mengabulkan doanya, tak sampai menunggu lama doanya pun diijabah.

 

Akhirnya dia pun memberanikan diri untuk bertanya kepada sang guru tentang hal ini.

 

Murid: Wahai guru, kenapa jika saya berdoa untuk diri sendiri Allah sepertinya tidak berkenan mengabulkan sedangkan jika saya berdoa untuk orang lain Allah dengan cepat mengabulkan? Gurunya pun tersenyum mendengar pertanyaan muridnya itu, sang guru pun menjawab.

 

Guru: Wahai muridku jika kamu didatangi oleh dua pengamen dijalan, yang satu suaranya jelek, musiknya tidak enak didengar, dan sikapnya kasar, apa yang akan kamu perbuat kepada si pengamen?

 

Murid: Aku akan segera memberinya uang suapaya si pengamen cepat pergi, boro-boro mendengarkan lagunya, melihat mukanya pun mungkin malas.

 

Guru: Lalu pengamen yang kedua, si pengamen suaranya merdu, musiknya enak didengar dan sikapnya pun ramah dan sopan, apa yang akan kamu perbuat kepada si pengamen?

 

Murid: Saya akan menunda untuk memberinya uang hingga lagunya selesai, jangankan satu lagu, satu album pun mungkin saya berkenan mendengarkannya, atau bila perlu saya tambah uangnya berkali-kali lipat.

 

Guru: Guru pun tersenyum. Nah begitulah Allah, Doa dari hambanya adalah laksana lagu yang kamu nyanyikan, jika Allah menyukaimu justru Allah akan menangguhkan doa tersebut dan Allah akan menggantinya dengan yang lebih besar.

 

Mendengar penjelasan sang guru muridnya pun sadar dan mengucap istigfar. So buat teman-teman yang tidak lulus tetaplah berbaik sangka kepada Allah, jika pun kelak doa kalian tidak dikabulkan oleh Allah hingga akhir hayat, maka yakinlah Allah akan menggantinya di akherat.

 

Sekian, semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s